Lonjakan Harga Cabai dan Telur Menjelang Tahun Baru
Update Ekonomi Terkini (28 Des 2025):
- Harga cabai rawit merah tembus Rp 90.000/kg di sejumlah pasar induk akibat cuaca ekstrem dan permintaan tinggi.
- Kementerian Perdagangan dan Bapanas meluncurkan “Gerakan Pangan Murah” serentak di 38 Provinsi.
- Masyarakat diimbau tidak melakukan Panic Buying karena stok beras SPHP dipastikan aman hingga Maret 2026.
BERITA UTAMA, Jakarta – Tiga hari menjelang malam pergantian tahun 2026, lonjakan harga kebutuhan pokok mulai meresahkan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (28/12/2025), harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama cabai rawit merah dan telur ayam ras, mengalami kenaikan signifikan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Merespons hal ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan langsung menginstruksikan pelaksanaan Operasi Pasar Murah secara serentak di seluruh Indonesia.
Fokus Pengendalian Inflasi Akhir Tahun
Menteri Perdagangan menegaskan bahwa langkah intervensi pasar ini “wajib” dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Situasi ini dinilai krusial agar inflasi daerah tidak liar menutup tahun buku 2025.
Data Lonjakan Harga di Pasar Induk
Tim redaksi Kabar Ekonomi mencatat kenaikan harga dipicu oleh dua faktor utama: tingginya permintaan untuk perayaan malam tahun baru dan terganggunya distribusi akibat curah hujan tinggi di sentra pertanian Jawa Barat.
Berikut adalah perbandingan harga rata-rata nasional hari ini:
| Komoditas | Harga Normal (HET) | Harga Per 28 Des 2025 | Status |
|---|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp 40.000 /kg | Rp 90.000 /kg | Waspada |
| Telur Ayam Ras | Rp 27.000 /kg | Rp 34.500 /kg | Naik |
| Bawang Merah | Rp 30.000 /kg | Rp 48.000 /kg | Naik |
Intervensi Stok Cadangan Pemerintah
Untuk menekan harga, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menggelontorkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Fokus utamanya adalah membanjiri pasar dengan komoditas substitusi yang lebih murah namun berkualitas layak.
Terkait distribusi logistik, pemerintah juga menggandeng pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada penimbunan di jalur distribusi, sejalan dengan arahan pengamanan dalam rubrik Berita Nasional terkait Operasi Lilin 2025.
Antisipasi Perilaku Konsumen
Kepanikan pasar seringkali menjadi pemicu kelangkaan buatan. Oleh karena itu, edukasi kepada konsumen menjadi kunci stabilitas harga.
Ketersediaan Beras SPHP Aman
Direktur Utama Perum Bulog memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia melimpah di ritel modern maupun pasar tradisional. Masyarakat diminta tidak khawatir akan kehabisan stok nasi untuk perayaan tahun baru.
Bagi masyarakat yang ingin memantau pergerakan harga komoditas secara real-time di daerah masing-masing, dapat mengakses data resmi melalui portal Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.
Respons Asosiasi Pedagang
Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta pemerintah mempercepat distribusi subsidi ongkos angkut. Menurut mereka, tingginya harga di tingkat pedagang eceran murni disebabkan oleh modal belanja yang sudah tinggi dari pengepul.
“Kami pedagang pasar justru yang paling pusing kalau harga naik. Omzet turun karena pembeli mengurangi belanjaan. Kami harap operasi pasar ini tepat sasaran langsung ke konsumen, jangan sampai diborong tengkulak lagi.”
— Abdullah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kramat Jati.
Melansir data Badan Pangan Nasional dan Rilis Kemendag RI.
Disclaimer: Data harga di atas adalah rata-rata nasional per 28 Desember 2025. Harga di tingkat lokal dapat berbeda menyesuaikan kondisi distribusi daerah.




