- Warga Kampung Cipeuyah melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan lingkungan yang rusak parah.
- Perbaikan dilakukan secara swadaya (dana patungan) karena usulan perbaikan ke pemerintah belum terealisasi.
- Kerusakan jalan telah berlangsung lama dan menghambat mobilitas ekonomi serta pendidikan warga.
BERITA UTAMA, Sukabumi – Rasa frustrasi akibat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan mendorong puluhan warga Kampung Cipeuyah, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, turun ke jalan. Pada akhir pekan ini, warga secara sukarela melakukan kerja bakti memperbaiki akses jalan utama desa yang mengalami kerusakan parah dan tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah daerah.
Inisiatif Swadaya Masyarakat
Aksi solidaritas ini murni lahir dari keresahan masyarakat. Kondisi aspal yang mengelupas hingga menyisakan bebatuan tajam dan lubang besar membuat jalanan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Tanpa menunggu anggaran desa atau daerah turun, tokoh masyarakat setempat menggerakkan warga untuk bertindak mandiri.
Penggalangan Dana Mandiri
Ketua RT setempat menjelaskan bahwa biaya pembelian material seperti semen, pasir, dan batu koral berasal dari uang “udunan” atau iuran sukarela warga. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih melekat kuat, meski di sisi lain menyiratkan kritik terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur publik. Untuk isu pembangunan daerah lainnya, Anda bisa memantau update di Portal Berita Utama.
Pengerjaan di Titik Kritis
Fokus pengerjaan dilakukan di beberapa titik paling kritis yang sering menyebabkan kecelakaan ringan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Warga bahu-membahu menambal lubang dan meratakan permukaan jalan agar layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengangkut hasil bumi.
Dampak Kerusakan Berkepanjangan
Kerusakan jalan di Kampung Cipeuyah bukan masalah baru. Kondisi ini sudah dikeluhkan warga selama bertahun-tahun karena dampaknya yang multidimensi, mulai dari ekonomi hingga keselamatan.
Hambat Ekonomi dan Pendidikan
Akses jalan yang buruk membuat biaya angkut hasil pertanian membengkak. Selain itu, anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa melintasi jalan licin saat hujan turun. Isu ketimpangan infrastruktur desa seperti ini juga sering kami bahas dalam rubrik Berita Nasional sebagai bahan evaluasi pemerataan pembangunan.
Harapan Warga kepada Pemerintah
Meskipun telah melakukan perbaikan darurat, warga menyadari bahwa kualitas jalan hasil swadaya tidak akan bertahan selamanya layaknya aspal hotmix. Berikut adalah data ringkas mengenai aksi sosial tersebut:
| Keterangan | Detail Kegiatan |
|---|---|
| Lokasi | Kp. Cipeuyah, Desa Mekarjaya |
| Sumber Dana | Swadaya (Iuran Warga) |
| Jenis Pengerjaan | Penambalan Lubang & Pengecoran Manual |
| Tuntutan | Pengaspalan Permanen oleh Pemda |
“Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi sampai ada korban jatuh. Kami harap pemerintah mata hatinya terbuka melihat inisiatif kami ini dan segera menganggarkan perbaikan permanen.” – Ujang, Tokoh Pemuda Kampung Cipeuyah.
Aksi gotong royong ini menjadi pesan simbolik yang kuat bagi para pemangku kebijakan agar lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur di pelosok desa yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat.
Disclaimer: Berita ini dilaporkan berdasarkan kegiatan warga di lapangan. Pihak redaksi Berita Utama terus berupaya mengonfirmasi dinas terkait mengenai jadwal perbaikan resmi jalan tersebut.






